Jumat, 23 Januari 2009

EFI - Electronic Fuel Injection


Beberapa komponen dasar EFI :

1. ECU – Electronic Control Unit
Modul pengolah data kondisi kinerja mesin, mendapat masukkan/input dari sensor-sensor mengolahnya kemudian memberi keluaran/output untuk saat dan jumlah injeksi, saat pengapian.

2. Fuel Pump (Pompa BBM)
Menghasilkan tekanan BBM yang siap diinjeksikan.

3. Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu mesin, kondisi mesin dingin membutuhkan BBM lebih banyak.


4. Pressure Regulator
Mengatur kondisi tekanan BBM selalu konstant.

5. Inlet Air Pressure Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara yang akan masuk ke mesin, udara bertekanan O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak. Atmospheric Pressure Sensor memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara lingkungan sekitar, pada dataran rendah (pantai) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.


6. Inlet Air Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan masuk ke mesin, udara dingin O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.

7. Crankshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran mesin, putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang lebih cepat.

8. Camshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin, hanya langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR.

9. Throttle Position Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan besarnya bukaan aliran udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang lebih lama.



10. Fuel Injector / Injector
Gerbang akhir dari BBM yang bertekanan, fungsi utama menyemprotkan BBM ke dalam mesin, membuka dan menutup berdasarkan perintah dari ECU.

11. Speed Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi kecepatan Sebagai referensi pengontrol injeksi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar